WELCOME

SELAMAT DATANG SAYA UCAPKAN KEPADA CENDIKIAWAN KEBANGGAAN INDONESIA

Minggu, 27 Maret 2011

Manajemen pemasaran koperasi

Manajemen pemasaran koperasi

Kata Pengantar

Assalamu Alaikum Wr. Wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpah rahmat dan hidayah-Nyalah sehingga kami dapat menyusun tugas ini, yang berjudul “Manajemen Pemasaran Koperasi” .
Tugas yang kami buat ini merupakan kelengkapan dari pembelajaran yang harus kam selesaikan guna melengkapi mata kuliah manajemen koperasi.
Sadar bahwa manusia tak pernah luput dari salah maka apabila terdapat kesalahan dalam penyusunan tugas ini, maka kami mengharapkan kritik dan saran-saran dari pihak pembaca yang sifatnya membangun.
Akhirnya, kami atas nama penyusun tugas ini mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu kami, semoga tugas ini sesuai dengan kehendak bapak.
Wassalamu Alaikum Wr. Wb


Makassar, 15 Mei 2010


Kelompok 1






Daftar Isi

Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
b. Tujuan
Bab II PEMBAHASAN
a. Pengertian Pemasaran
b. Koperasi Sebagai Lembaga Pemasaran
c. Kelemahan Pemasaran Koperasi
d. Komunikasi Sebagai Sarana Efisiensi Pemasaran Koperasi
e. Operasional Pemasaran Bagi Koperasi
Bab III KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA






BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pemasaran diartikan sebagai suatu proses usaha untuk memudahkan barang dan jasa dari lokasi produsen sampai ke konsumen akhir. Maksud dari proses usaha tersebut adalah pengusaha atau produsen dapat mencapai tujuannya, yaitu memuaskan pembeli atau konsumen. Bahkan ada yang lebih menekankan pada kepuasan konsumen, sampai-sampai membuat falsafah “konsumen adalah raja”. Jadi konsumen harus dilayani dan diupayakan kepuasannya oleh para penjual atau produsen secara optimal agar mereka tidak lari ke produk pesaing atau ke penjual lain.
Dalam pembahasan ini akan disajikan pengertian umum secara sederhana mengenai pemasaran. Pemasaran (Marketing) dalam perkoperasian akan ditinjau dari fungsi utama koperasi, yaitu penyaluran yang meliputi pembelian, penjualan, promosi.

B. TUJUAN
Tujuan dari pembahasan dalam makalah ini adalah:
1. Memahami apa itu pemasaran dan fungsinya beserta tiga pendekatan dalam pemasaran itu sendiri
2. Mengetahui bagaimana koperasi itu sebagai lembaga pemasaran
3. Mengetahui kelemahan-kelemahan koperasi sehingga mampu mengantisipasi kelemahan tersebut bshkan mencari solusi kongkritnya
4. Memahami bagaimana komunikasi sebagai sarana efisiensi pemasaran koperasi
5. Mampu mengaplikasikan operasional pemasaran bagi koperasi


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pemasaran

1. Pengertian Menurut beberapa Ahli

Menurut W.J. Staton (1975,51), pemasaran merupakan keseluruhan aktivitas perdagangan yang meliputi pembelian, penjualan, pergudangan, penyimpanan dan promosi. Pergudangan mencakup kegiatan memelihara atau menjaga barang agar barang yang akan dijual tidak mengalami kerusakan dan turun kualitasnya sehingga benar-benar memuaskan pembeli.
Selanjutnya, Philip Kotler menyatakan bahwa manajemen pemasaran merupakan analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang dirancang untuk menciptkan, membangun, dan memperthankan pertukaran yang menyenangkan dengan pasar, agar tujuan organisasi tercapai.

2. Pengertian Secara Umum dan Fungsinya

Secara umum, pengertian pemasaran (marketing) adalah tindakan yang menyebabkan berpindahnya hak milik atas barang dan jasa dari penjual kepada pembeli, yang menimbulkan distribusi fisik atas barang tersebut.

3. Fungsi Pemasarn
Fungsi pemasaran meliputi hal-hal sebagai berikut :
1) Fungsi pertukaran, yaitu menjual dan membeli baik bahan baku maupun bahan jadi
2) Fungsi pengadaan fisik barang dagangan, yaitu meliputi pengangkutan, penyimpanan dan transfer sementara.
3) Fungsi pemberian jasa, yaitu menanggung resiko, standardisasi dan informasi pasar. Di dalam Informasi pasar meliputi:
• Jenis barang yang disenangi konsumen
• Jumlah yang akan dijual pada pereode tertentu
• Informasi mengenai lokasi calon pelanggan
• Perincian mengenai jenis dan kualitas masing-masing barang yang akan dipasarkan.
• Preferensi produk dari para konsumen
• Informasi sumber bahan baku

4. Tiga Pendekatan Pemasaran

Tiga pendekatan dasar yang biasanya digunakan dalam menguraikan system pemasaran (pendekatan pemasaran) yaitu:
• Pendekatan komoditi (commodity approach).
yaitu mempelajari seluk beluk barang dengan cara mempelajari kualitas barang, harga, merk dan periklanan.
• Pendekatan kelembagaan (institutional approach)
Yaitu pendekatan yang membahas peran lembaga atau badan yang memindahkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen.
Ada 2 badan:
o Badan yang menyalurkan secara langsung misalnya pedagang besar, agen, pengecer.
o Badan yang menyalurkan tdk langsung misalnya biro iklan, media cetak dll.
• Pendekatan fungsional (functional approach)
Yaitu pendekatan fungsi pokok pemasaran dari awal sampai akhir yang talah dilaksanakan oleh sistem pemasaran.




B. Koperasi Sebagai Lembaga Pemasaran

Lembaga pemasaran adalah lembaga yang mengadakan kegiatan pemasaran, menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen, serta mempunyai hubungan organisasi satu dengan yang lain. Lembaga-lembaga inilah yang melaksanakan fungsi pemasaran sehingga terpenuhi segala kebutuhan konsumen. Unsur-unsur pemasaran, yaitu produsen, lembaga distribusi, konsumen, dan pemerintah, diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam penyempurnaan system pemasaran sehingga lebih efisien.
Penjualan dalam pemasaran merupakan starting point atau titik awal untuk memulai usaha atau mempertimbangkan seluruh kegiatan perusahaan. Sebagaimana dengan perusahaan lainnya yang menjalankan fungsi pemasaran, maka koperasi juga memiliki fungsi tersebut dengan memperhatikan :
• Produk apa yang akan dihasilkan / dijual
• Bagaimana penetapan harga produk tersebut
• Bagaimana mempromosikan produk tersebut agar dapat dikenal para anggota dan konsumen potensialnya
• Bagaimana mendistribusikan produk tersebut bila ada permintaan baik dalam besar maupun karena faktor jarak
Berdasarkan identitas koperasi bahwa anggota adalah sebagai pemilik dan pelanggan, maka pemberian pelayanan kepada anggota harus memuaskan. Pelayanan tersebut berupa:
• Pelayanan sepenuhnya hanya kepada anggota.
• Pelayanan yang lebih baik diberikan kepada anggota daripada bukan anggota
• Pelayanan yang sama diberikan kepada anggota dan bukan anggota








C. Kelemahan Pemasaran Koperasi

Secara umum penjualan bagi perusahan merupakan kunci keberhasilan untuk maju. Hal ini juga berlaku bagi koperasi, terutama yang bergerak dalam bidang perdagangan atau yang memproduksi jenis barang tertentu. Jika koperasi di Indonesia dinilai belum maju maka salah satu penyebabnya adalah belum lancarnya pemasaran. Beberapa factor yang menjadi penyebab tertinggalnya badan usaha koperasi dibandingkan perusahaan lainnya, dapat dilihat dari aspek pemasarannya, seperti:
1) Biaya pengolahan input tinggi sehingga harga jual juga ikut menjadi tinggi.
2) Kualitas barang yang dihasilkan masih kurang baik.
3) Barang hasil produksi kurang dikenal.
4) Lokasi penjualan yang kurang strategis.
5) Lemahnya permodalan.
6) Tingkat marjin keuntungan yang diterima koperasi sangat kecil karena usaha pemasaran yang relative panjang.
7) Terbatasnya informasi dan data mengenai sumber input yang dapat dimanfaatkan oleh koperasi.
8) Rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan anggota terhadap pemasaran serta pemahaman pasar.
9) Kurang informasi pasar bagi koperasi.
10) Para anggota sebagai individu, petani atau produsen, industri kecil, dan peternak kecil lebih menyukai pergi sendiri ke pasar, bertransaksi langsung dengan pembelinya, dan belum banyak memanfaatkan keuntungan dengan menjual bersama, atau melalui koperasi.
11) Daerah pemasaran masih berifat lokal dan belum mampu menembus pasaran yang lebih luas lagi, misalnya pasar ke Negara lain.





D. Komunikasi Sebagai Sarana Efisiensi Pemasaran Koperasi

1. Efisiensi Pemasaran
Menurut Mulyamah (1987;3), efisiensi merupakan suatu ukuran dalam membandingkan rencana penggunaan masukan dengan penggunaan yang direalisasikan atau perkataan lain penggunaan yang sebenarnya.
Sedangkan pengertian efisiensi menurut SP.Hasibuan (1984;233-4) yang mengutip pernyataan H. Emerson, efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara input (masukan) dan output (hasil antara keuntungan dengan sumber-sumber yang dipergunakan), seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan sumber yang terbatas. Dengan kata lain hubungan antara apa yang telah diselesaikan.
Sebagaimana kegiatan di badan usaha lainnya, koperasi juga menjalankan berbagai kegiatan pemasaran demi memenuhi preferensi konsumen dalam hal ini lebih terkhususkan pada anggota koperasi. Kegiatan pemasaran merupakan suatu kegiatan yang berorientasi pada efisiensi.
Efisiensi pemasaran adalah pencapaian pendapatan (income) secara optimal dengan pengeluaran biaya yang diminimalkan, sehingga ada keuntungan yang diperoleh. Bagi konsumen, efisiensi pemasaran mampu meringankan biaya yang mereka keluarkan demi memeroleh barang atau jasa, sebab biaya yang dikeluarkan konsumen tidak jauh berbeda dibanDingkan harga barang yang dipasarkan oleh produsen.
Menurut Soekartawi (1989:29), mengemukakan bahwa efisiensi pemasaran akan terjadi jika :
1. Biaya pemasaran bisa ditekan sehingga ada keuntungan
2. Pemasaran dapat lebih tinggi
3. Prosentase pembedaan harga yang dibayarkan konsumen dan produsen tidak terlalu tinggi
4. Tersedianya fasilitas fisik pemasaran.
Adapun untuk mencari tingkat efisiensi dapat digunakan rumus sebagai berikut :
Efisiensi = Input Target/Input Aktual >=1
• Jika input yang ditargetkan berbanding input aktual lebih besar atau sama dengan 1 (satu), maka akan terjadi efisiensi.
• Jika input yang ditargetkan berbanding input aktual kurang daripada 1 (satu), maka efisiensi tidak tercapai.
Menurut Saleh Safrandji, ada dua hal pokok yang harus diperhatikan demi mencapai efisiensi, yaitu:
1. Memantapkan loyalitas anggota, dalam hal jual beli barang yang dibutuhkan oleh anggota melalui koperasi;
2. Memantapkan partisipasi anggota dalam akumulasi modal, penghasilan, dan inisiatif perbaikan produk, pelayanan, harga, dan biaya.
3. Mengkomunikasikan koperasi dengan efisien.
- Komunikasi Perorangan, bersifat pribadi dan cenderung sederhana
- Komunikasi Organisasi, dilakukan oleh sekelompok orang yang memiliki kepentingan dan mempunyai kemampuan
Dengan memerhatikan hal-hal di atas, maka permasalahan yang dapat timbul dan menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi, terutama koperasi di pedesaan, adalah mengurangi ketergantungan dalam memilih harga, penyalur, biaya, bahan, dan lain-lain. Untuk mengantisipasi tantangan tersebut, para Pembina koperasi diperlukan dalam hal seperti:
a. Mengkaji dan mengembangkan, terutama komoditi pertanian, pasar antar desa – kota (critical link performance) untuk menunjukkan sumber daya kelembagaan agar skala usaha lebih meningkat.
b. Koperasi dapat meningkatkan kemampuan bisnisnya (bussines power) secara lebih efisiensi dan efektif, misalnya dengan konsep system operasional yaitu keterkaitan timbale balik antara manajer dan anggota koperasi.
c. Koperasi berindak sebagai penyusun atau integrator agar dapat merangsang tumbuhnya pasar secara lebih luas.
Dengan menjalankan peranan yang dipaparkan di atas, diharapkan adanya peningkatan kegiatan pemasaran antar desa – kota secara seimbang yang sudah dirintis oleh koperasi, khususnya koperasi di pedesaan. Pengaruh yang diberikan secara luas dari peningkatan pemasaran adalah membantu mengembangkan pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan pemerataan pembangunan ekonomi.
E. Operasional Pemasaran Bagi Koperasi

Fungsi pemasaran yang dilakukan oleh koperasi mencakup fungsi pembelian, penjualan, dan promosi. Bila pelaksanaan terhadapa kegitan tiga fungsi ini sudah tepat maka akan mempunyai dampak yang kuat terhadap manfaat dan kepuasan yang dihasilkan oleh koperasi bagi anggotanya, termasuk nonanggota. Besarnya manfaat dan kepuasan itu akan berpengaruh terhadap intensitas usaha koperasi dan anggota, sehingga mempengaruhi besar kecilnya SHU koperasi. Manfaat yang langsung diterima anggota dapat berwujud atau tercermin dari produksi, harga, pelayanan, informasi pasar, promosi, dll.
1. Fungsi penjualan
Fungsi ini banyak dilakukan oleh koperasi produsen di mana anggotanya adalah para produsen yang memproduksi barang yang sejenis dan mereka dapat menjualnya secara sendiri-sendiri (secara individual) ke pasar. Manfaatnya lain adalah dapat menghemat biaya-biaya transportasi, promosi, dan biaya tenaga penjualan.
2. Fungsi pembelian
Adanya anggota yang membeli bahan baku secara sendiri-sendiri mengakibatkan harganya menjadi mahal. Ini adalah peran bagi koperasi untuk melakukan pembelian secara bersama agar harga lebih murah. Dalam hal ini koperasi sangat bermanfaat bagi anggota jika dapat mengkoordinir pembelian barang yang sangat dibutuhkan, misalnya bahan baku diproduksi atau disediakan bersama. Keuntungan yang diperoleh koperasi dan anggota, yaitu:
a) Kebutuhan akan bahan baku dapat disediakan sepanjang waktu.
b) Kualitas bahan baku dapat dipercaya memenuhi syarat yang diperlukan anggotanya
c) Harga barang dapat lebih murah jika mereka mampu memperpendek saluran distribusinya.
d) Jika anggota tidak mempunyai modal, mereka dapat mengambil dulu barangnya, sedangkan pembayarannya belakangan (berarti koperasi melayani kredit)
e) Kalau usaha tersebut memperoleh keuntungan hal itu menjadi milik koperasi.

3. Fungsi Promosi
Promosi membutuhkan biaya yang mahal, tetapi dengan promosi yang dikoordinir oleh koperasi akan menjadikan biaya promosi menjadi lebih murah. Promosi dapat dilakukan dengan cara:
• Menyelenggarakan pameran secara bersama atas hasil produksi barang-barang sejenis.
• Menyelenggarakan pasar murah bersama
• Menyelenggarakan peringatan hari besar bersama-sama dengan instansi yang terkait, smabil mengadakan kampanye penggunaan alat-alat yang dihasilkan oleh koperasi setempat.
• Membuat leaflet, brosur, buku petunjuk, dan catalog spanduk secara bersama-sama.
• Memasang iklan di harian, majalah, atau radio-radio dengansecara gabungan, sehingga biayanya dapat dihemat.
• Meminta bantuan kepada pemerintah daerah atau departemen perdagangan dan perindustrian, untuk membantu memasarkan barang-barang ke luar daerah atau bahkan ke luar negeri serta pasar internasional.
• Setiap menjelang tahun baru dapat membuat kalender secara bersama-sama.
• Menawarkan barang secra langsung keperusahaan besar yang membutuhkannya sebagai bahan mentah (sebagai subkontraktor).
Peran koperasi dalam pemasaran

Di samping tiga fungsi yang telah diuraikan sebelumnya, masih ada peranan koperasi yang dapat ditonjolkan, yaitu:
1) Mempersingkat saluran pemasaran , baik pasar pembelian maupun pasar penjualan, sehingga marjin yang dikeluarkan oleh barang tersebut bagi penyalurannya dapat dihemat.
2) Mengembangkan diversivikasi produk. Agar para pengrajin, petani dan produsen anggota koperasi tidak hanya menhhantungkan pada suatu usaha/satu komoditi, maka koperasi harus mengembangkan diversifikasi produk yang dihasilkan. Cara-carnya anatara lain dengan pemberian penyuluhan kepada anggota, mengerjakan pacapanen, mengadakan koordinasi dengan instansi terkait.
3) Memberikan informasi pasar kepada anggota baik pasar input maupun pasar output/produk jadi, kepada anggorta harus sedrehana dan cepat. Informasi ini dapat berwujud:
• Harga jual yang lebih baik
• Kualitas dan jenis barang yang disenangi konsumen/calon konsumen.
• Lokasi daerah calon pelanggan.
• Informasi cara menghemat biya pemasaran.
• Informasi sumber bahan baku, harga, dan kualitas yang baik dan murah.
• Lain-lain hal yang berkaitan dengan pemasaran barang, daya beli, waktu pembelian, masa-masa kebutuhan, dan sebagainya.
Salah satu tindakan penting dari bagian pemasaran adalah mengdakan pertemuan rutin staf pemasaran lengkap. Dalam pertemuan itu dibahas tentang maju mundurnya pemasaran lengkap, pemasaran koperasi, hambatan-hamabatan yang dihadapi, dan potensi yang dapat dikembangkan.
















BAB III
KESIMPULAN


Pemasaran diartikan sebagai suatu proses usaha untuk memudahkan barang dan jasa dari lokasi produsen sampai ke konsumen akhir. Maksud dari proses usaha tersebut adalah pengusaha atau produsen dapat mencapai tujuannya, yaitu memuaskan pembeli atau konsumen.
Koperasi sendiri memiliki kelemahan dalam pemasaran baik itu dari segi modal (SDA, SDM, cost,dll), faktor pemsaran (konsumen, informasi dan pasar), maupun dari segi proses pemasaran itu sendiri.
Selain itu untuk mengefesienkan dari pemasaran tersebut maka dibutuhkan suatu komunikasi sehingga operasional pemasaran dapat berjalan dengan optimal, apakah itu fungsi penjual, pembelian, maupun promosi.










DAFTAR PUSTAKA

• Download Microsoft PowerPoint “Pertemuan 9 Pemasaran dan Komunikasi Koperasi” Universitas Bina Nusantara.
• Download Microsoft PowerPoint “Manajemen Pemasaran Koperasi”
• Download Adobe Acrobat Document “Bab.IV Pelatihan Pendukung Operasional”
• http://dansite.wordpress.com/2009/03/28/pengertian-efisiensi/
• http://dansite.wordpress.com/2009/03/24/definisi-pemasaran-marketing/
• Buku pegangan “Mananjemen Koperasi”

4 komentar:

  1. Thank u bro... masukan buat tugas kuliah gua jg>>> tenang gak copas kok

    BalasHapus
  2. kang, terimakasih euy postingnanya. buiat jadi referensi tugas akhir UAS saya :)

    BalasHapus
  3. nuhun kang, izin kopi paste nya, kangge tugas matkul manajemen koper_asi

    BalasHapus