WELCOME

SELAMAT DATANG SAYA UCAPKAN KEPADA CENDIKIAWAN KEBANGGAAN INDONESIA

Minggu, 27 Maret 2011

Manajemen komunikasi koperasi

Manajemen komunikasi koperasi

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Sebagaimana dengan perusahaan perusahaan lainnya yang menjalankan fungsi pemasaran, maka koperasi juga memiliki fungsi tersebut dengan memperhatikan : Produk apa yang akan dihasilkan / dijual, bagaimana penetapan harga produk tersebut, bagaimana mempromosikan produk tersebut agar dapat dikenal para anggota dan konsumen potensialnya, bagaimana mendistribusikan produk tersebut bila ada permintaan baik dalam besar maupun karena faktor jarak. Dalam proses pelaksanaannya maka koperasi juga membutuhkan model komunikasi yang kiranya mampu meningkatkan kualitas anggotanya dan mengefisienkan sistem pemasaran koperasi.

Pokok Permasalahan
• Apa yang menjadi defenisi komunikasi?
• Apa fungsi komunikasi dalam pemasaran koperasi?
• Bagaimanakah model komunikasi yang sederhana?
• Apa saja peran pengurus dalam komunikasi koperasi?

BAB II
PEMBAHASAN

Defenisi Komunikasi
Menurut Keith Davis komunikasi adalah tempat untuk berinteraksi semua manusia. Dia juga mengidentifikasikan koperasi sebagai proses penyampaian pesandari seseorang kepada orang lain.
Carl I Hovlan menyatakan “Communication is process by which an individual transmits stimuli to modify the behavior or the individuals” = komunikasi adalah suatu proses dimana seseorang (komunikator) menyampaikan pesan (lambang dan atau kata - kata) untuk membentuk tingkah laku orang lain.
Warent weaver dalam bukunya yang berjudul “mathematic of comunication” menyatakan bahwa komunikasi adalah keseluruhan prosedur dimana suatu pikiran mempenagruhi pikiran lainnya.
Dalam proses komunikasi (sosial) terdapat unsur – unsur sebagai berikut:
• Komunikator = pemberi pesan = pihak yang memulai
• Komunikan = penerima = pihak yang merupakan sasaran pesan = objek yang dituju
• Kanal = saluran media = alat untuk menyampaikan pesan
• Efek = akibat = hasil yang dicapai atau yang diharapkan dengan adanya pesan.

Komunikasi sebagai sarana efisiensi pemasaran koperasi
Agar efisiensi pemasaran koperasi dapat dicapai, maka harus memperhatikan hal - hal berikut:
1. Memantapkan loyalitas anggota dalam hal jual beli barang yang dibutuhkan anggota melalui koperasi .
2. Memantapkan partisipasi anggota dalam akumulasi modal, penghasilan dan inisiatif perbaikan produk, pelayanan harga dan biaya.
3. Mengkomunikasikan koperasi dengan efisien.
- Komunikasi Perorangan, bersifat pribadi dan cenderung sederhana
- Komunikasi Organisasi, dilakukan oleh sekelompok orang yang memiliki
kepentingan dan mempunyai kemampuan


Jenis Komunikasi
Proses komunikasi dapat dilakukan secara:
• Komunikasi perorangan (individual communication) bersifat pribadi dan cenderung lebih sederhana.
• Komunikasi organisasi (organitation communication) dilakukan oleh sekelompok orang (team work atau communication unit) yang mempunyai kemampuan (individual quality atau team quality).

Sasaran komunikasi dapat berupa:
• Masyarakat pada umumnya (general public).
• Masyarakat khusus (special public).
• Setiap individu dari suatu grup tertentu yang sering disebut masa pendengar.

Media Komunikasi
Cantrill dan Allport menunjukkan betapa pentingnya media komunikasi yang harus dipilih agar efektif alam berkomunikasi. Menurut partisipasi pemirsa antara lain:
• Percakapan individu (personal conversation)
• Kelompok diskusi (group discussion)
• Pertemuan informal
• Telepon dan telegraf
• Televisi dan radio
• Surat menyurat secara perorangan
• Surat kabar
• Buku, laporan – laporan, dan sebagainya.
Komunikasi yang dimaksud dibedakan menjadi 2, yaitu internal dan eksternal.
Komunikasi Internal
Komunikasi yang terjadi diantara 3 kelompok yang terdapat di koperasi yaitu: anggota, pengurus dan pengelola.
Ide atau pendapat dan pesan – pesan para anggota akan dikomunikasikan:
a. Kepada sesama anggota secara perorangan dalam pertemuan kelompok atau pada forum – forum penyuluhan yang dilakukan koperasi.Kepada pengelola hak dan kewajiban anggota.
b. Kepada pengawas untuk memberikan input tentang pelaksanaan kerja pengurus.
c. Kepada pengurus yang dapat disamapikan dikantor, ditempat pelayanan dan di forum rapat anggota mengenai hal – hal perbaikan pelayanan.
Komukasi Eksternal
Pihak eksternal yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh koperasi sangat luas dan beraneka ragam sehingga dapat menimbulkan masalah seperti dari”
• Pemerintah
• Pelanggan atau konsumen dan calon konsumen
• Pesaing
• Teman kerja dan sekutu usaha
• Calon – calon anggota baru
• Pembina/pelindung/bapak angkat
• Kreditur/sponsor
• Koperasi sekunder dan Dekopin atau Dekopinda
• Pihak lainnya yang terkait

Berbagai program komunikasi yang berbeda – beda di koperasi:
1. Anggota yang melakukan bisnis dengan koperasi adalah pemilik dan pengawas.
2. Pengurus yang dipilih dari para anggota dimana setiap pengurus baru harus memperoleh informasi dan dididik untuk memahami bisnis koperasi yang dipimpinnya.
3. Menajemen koperasi yang merupakan kelompok orang yang dibayar dan tidak ada sangkut pautnya dengan investasi modal dan kepemilikan.
4. Koperasi harus mengkomunikasikan dan mendelegasikan kebijakan pokoknya dilingkungan masyrakat luas, bukan hanya dibelakang pintu.
5. Anggota kadang – kadang berharap lebih banyak pada koperasinya, sebaiknya kebijakan dan praktek koperasi harus identik dengan kebijakan dan praktek sebuah lembaga kemasyarakatan.

Beberapa program komunkasi yang baik bagi manajer, karna seorang manajer paling sering melakukan komunikasi, antara lain:
1. berdasarkan prinsip bisnis dan manajemen yang sehat.
2. ditentukan oleh informasi yang terpercaya.
3. Menggunakan tekhnik komunikasi yang memenuhi syarat.
4. Sedapat mungkin melibatkan orang yang lebih banyak.
5. imaginatif, inovatif, dan informatif.
6. Dinamis dan berkelanjutan tetapi peka terhadap perubahan.
7. Ditunjang dengan sumber daya yang memadai.
8. Terdapat koordinasi dengan bidang lain terutama bidang pemasaran.
9. Terdapat komunikasi dua arah.
10. Mengutamakan pelayanan yang direncakan secara cermat.
11. tanggap terhadap kebutuhan umum, terutama kebutuhan para anggota.

Model komunikasi sederhana
Karena adanya halangan atau ada intervensi dari penyampai pesan maka komunikasi harus dilakukan lebih hati – hati, dapat di gambarkan secara langsung sebagai berikut:
Faktor Yang Diperlukan Agar Komunikasi Berhasil.
a. Peranan anggota dalam masyarakat
Masing – masing komunikasi sangat dipengaruhi oleh peranan, tingkat pekerjaan, status sosial anggota tersebut di masyarakat.
b. Lingkungan dan latar belakang anggota
Terdapat berbagai faktor latar belakang yang mempengaruhi interprestasi komunikan anggota terhadap pesan atau komunike yang diterimanya.
c. Pengalaman para anggota
Ada berbagai faktor pengalaman masa lalu yang mempengaruhi interprestasi komunikan anggota terhadap pesan atau isi pernyataan yang ia terima.
d. Interaksi antara beberapa faktor

Komunikasi akan menjadi lebih rumit jika ada interaksi antara 2 faktor atau lebih yang secara bersama mempengaruhi komunikan seperti:
• Interaksi antara peranan dan pengalaman
• Interaksi antara peranan dan latar belakang
• Interaksi antara latar belakang dan pengalaman
• Interaksi antara lingkungan dan latar belakang
• Interaksi antara lingkungan dan pengalaman

Terdapat hambatan terhadap komunikasi yang dilakukan, contoh sehari – harinya sebagai berikut:
• Pesan diseleksi oleh pengirim sesuai seleranya
• Penerima memperhatikan hal yang menarik saja
• Perbedaan yang menyolok antara pengirim dan penerima pesan, misalnya status, motovasi, tujuan
• Pengirim dan penerima sedang mengalami emosi yang berlebihan
• Saluiran berita atau media tidak cukup mampu mengirim pesan
• Penerima mengabaikan petunjuk tertentu
• Pengirim mengubah pesan yang di sampaikan

Lima K Dan Dua M Dalam Komunikasi
Menurut Cutlip dan Center ada 7C atau 5K dan 2M yang harus diperhatikan:
1. Kepercayaan (Credibility)
2. Kaitan keadaan (Context)
3. Kejelasan (Clarity)
4. Kesinambngan dan konsistensi (Continuation and Consistent)
5. Kemampuan dan kapasitas (Capability of audience)
6. Muatan Isi (Content)
7. Saluran (Chanel)

Peranan Pengurus Dalam Komunikasi Koperasi
Pengurus Mempunyai peranan yang penting di koperasi, sehingga diperlukan tugas khusus untuk mengkomunikasikan semua seluk beluk kepengurusan dengan anggotanya.Berikut diuraikan peranan pengurus dalam komunikasi koperasi:
1. Peranan pengurus dalam berkomunikasi dengan anggotanya sangat bervariasi, mulai dari sama sekali tidak ikut sampai keikutsertaan yang penuh.
2. Komunikasi dengan anggota tidak boleh di anggap sebagai informasi bisnis yang baik. Dasar kontinuitasnya:
a. Pengurus bertanggung jawab kepada anggota
b. Setiap hal yang dihadapi harus diberitahu kepada anggota apa adanya.
3. Program komunikasi dengan anggota harus dilaksanakan dengan efektif setiap saat dan tidak hanya di waktu krisis saja.
4. Tanggung jawab implisit pengurus dalam melakukan komunikasi dengan anggota adalah sebagai berikut:
a. Menerima dan mendukung keputusan yang diambil
b. Cepat tanggap terhadap kebutuhan anggota seperti membahas saran yang di berikan anggota
c. Menanggapi keinginan anggota
d. Memberi contoh yang baik sebagai pelanggan kepada koperasinya
e. Peka terhadap apa yang harus dilakukan
5. Keputusan pengurus mengenai kebutuhan anggota.Jika pengurus memahami anggota, maka keputusan dapat diambil dengan baik
6. Tanggung jawab eksplisit.Pengurus harus harus mengambil kebijakan mengenai pengarahan dan kegiatan operasional dalam komunikasi dengan anggota
7. Tanggung jawab kepemimpinan.Pemimpin harus memberikan contoh perasional kepada manajemen dalam menangani komunikasi dengan anggota
8. Program yang direncanakan
9. Anggaran. Anggaran komunikasi untuk anggota sama pentingnya dengan anggaran untuk keperluan lain
10. Penetapan tujuan. Tujuan Program komunikasi dengan anggotamerupakan bagian dari keseluruhan proses yang direncanakan
11. Menentukan kebijakan. Pengurus harus menentukan kebijakan yang bertalian dengan komunikasi
12. Pengurus harus menyerap rencana mengenai komunikasi dengan anggota
13. Jurang komunikasi
14. komunikasi ke atas. Pengurus harus mengamati secara cermat semua rintangan yang dapat menyumbat saluran informasi
15. Komunikasi kebawah.Pengurus harsu menentukan suatu iklim yang memungkinkan komunikasi ke bawah
16. Peranan pengurus dalam komunikasi dengan anggota merupakan salah satu hal yang sangat penting
17. Kepercayaan penuh. Pengurus memiliki tanggung jawab penuh mengenai komunikasi dengan anggotanya, dan untuk itu mereka seharusnya:
a. Meletakkan aspek ini ke dalam tujuan jangka panjang
b. Menyetujui anggran yang wajar untuk komunikasi
c. Menciptaka iklim komunikasi yang baik
d. Menaruh kepercayaan penuh kepada tugas yang berkaitan dengan keanggotaan.


KATA PENGANTAR



Alhamdulillah dengan rahmat Allah SWT, pembuatan makalah berjudul ‘MANAJEMEN KOMUNIKASI KOPERASI’ ini dapat kami selesaikan dengan baik. Demikian pula Shalawat serta Taslim senantiasa kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW, selaku Uswatun Hasanah yang membawa petunjuk serta rahmat seluruh alam.
Sebagai penyusun makalah ini, kami menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca agar pembuatan makalah selanjutnya dapat menjadi lebih baik.
Akhirnya ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan Rahmat dan kebahagiaan atas bantuan dan jasa-jasanya dalam makalah dan mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi pembaca. Amin.




MAKASSAR, MEI 2010


MANAJEMEN KOPERASI
“MANAJEMEN KOMUNIKASI KOPERASI”


OLEH :KELOMPOK 6
NIZWAR. AR
M. RIZAL IDHIL
ARFIAN ANWAR
YAHYA
M. ILHAM

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS HASANUDDIN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar